Tenaga Kerja Asing di Canggu Jadi Sorotan, 'Kuasai' Sejumlah Tempat Hiburan Malam
11 Mei 2026
Administrator
Dibaca 52 Kali
MANGUPURA, NusaBali.com - Pesatnya perkembangan pariwisata di Canggu, Kecamatan Kuta Utara, membuat banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) datang ke wilayah tersebut. Bahkan, sejumlah tempat hiburan malam (THM) di kawasan itu diduga mempekerjakan Warga Negara Asing (WNA). Kondisi ini menjadi sorotan karena berpotensi bersaing dengan warga lokal dalam mencari pekerjaan yang layak.
Pantauan di lapangan, terlihat beberapa WNA diduga aktif bekerja sebagai pemandu tamu VIP, pengisi hiburan, hingga disc jockey (DJ) di sejumlah THM di kawasan Canggu. Mereka diduga menggunakan izin tinggal non-kerja, padahal pekerjaan tersebut termasuk kegiatan komersial yang wajib memiliki izin ketenagakerjaan dan dokumen tinggal sesuai aturan.
“Memang mereka munculnya sesekali saja. Kadang untuk tamu VIP dan buka botol minuman. Setelah itu mereka diam di belakang panggung,” ungkap salah satu warga usai mendatangi salah satu THM di kawasan Jalan Pemelisan Agung, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Minggu (10/5).
Mirisnya, tak hanya pekerja hiburan. Warga yang enggan namanya disebut itu juga membeberkan ada pihak asing yang diduga mengatur kegiatan pesta dan event tanpa legalitas resmi sebagai penyelenggara di Indonesia, termasuk di Badung. Hal ini menimbulkan kekhawatiran soal pengawasan TKA di kawasan pariwisata tersebut.
“Ini memang sangat mengkhawatirkan. Karena bisa-bisa warga asli di sini akan tersingkirkan oleh keberadaan WNA ini. Ya, kami mengharapkan adanya operasi atau razia oleh petugas terkait dan memperketat pengawasan,” harapnya.
Dikonfirmasi NusaBali, Minggu (10/5), Kepala Dinas Ketenagakerjaan Badung, AA Ngurah Rai Yuda Darma melalui Kabidnya, Ni Luh Putu Widyantari mengatakan pengawasan tenaga kerja asing menjadi kewenangan provinsi. Namun, pihaknya tetap memiliki data pekerja asing di Badung.
“Kalau itu (pekerja asing, red) masuknya di provinsi. Kami hanya memegang data total yang bekerja. Ya, perkiraannya itu mencapai 3.000 pekerja. Tapi, data resminya ada di kantor, nanti kami kabari lagi jumlah resminya,” sebutnya.
Secara terpisah, Camat Kuta Utara, Putu Eka Permana mengatakan data pekerja asing di perusahaan ada di Disperinaker Badung. Dia berharap data tersebut juga bisa sampai ke tingkat kecamatan agar pengawasan lebih baik.
“Tidak pernah lapor ke kami. Kami sudah minta biar ada laporan ke kami, tapi tidak ada,” tambahnya. *dar
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin