Lawan Darurat Sampah, Banjar Krisnantara Konsisten Jalankan Program Bank Sampah Mandiri

11 April 2026
Administrator
Dibaca 64 Kali
Lawan Darurat Sampah, Banjar Krisnantara Konsisten Jalankan Program Bank Sampah Mandiri

TIBUBENENG – Kesadaran masyarakat Desa Tibubeneng dalam mengelola limbah rumah tangga kian meningkat di tengah situasi sulit persampahan di Bali. Pada Sabtu, 11 April 2026, warga Banjar Krisnantara kembali melaksanakan kegiatan rutin Bank Sampah yang dipusatkan di Balai Banjar setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan warga untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan, sekaligus menjadi solusi ekonomi kreatif bagi rumah tangga.

Respons Cepat Atas Penutupan TPA Suwung

Kegiatan Bank Sampah ini menjadi semakin krusial mengingat kebijakan penutupan TPA Suwung yang telah berlaku sejak awal April ini. Kelian Dinas Banjar Krisnantara, I Wayan Eka Miarta, menegaskan bahwa kemandirian dalam memilah sampah adalah kunci utama agar wilayah desa tetap bersih.

"Bank sampah di Banjar Krisnantara merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di sini sebagaimana merupakan salah satu langkah mengurangi jumlah sampah," ujar Eka Miarta saat ditemui di sela-sela kegiatan di Banjar Krisnantara. Beliau juga menambahkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi nyata perihal TPA Suwung yang kini telah ditutup.

Pilah, Tabung, dan Manfaatkan

Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut, warga antusias membawa sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah, seperti:

  • Sampah Plastik: Botol minuman, gelas plastik, dan wadah kemasan lainnya.

  • Kertas dan Kardus: Koran bekas, majalah, serta kotak karton.

  • Logam dan Kaleng: Kaleng minuman dan barang berbahan logam yang masih memiliki nilai jual.

Semua sampah yang terkumpul kemudian ditimbang dan dicatat ke dalam buku tabungan warga. Melalui sistem ini, sampah yang semula dianggap beban kini berubah menjadi nilai rupiah yang bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga.

Pemerintah Desa Tibubeneng memberikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi Banjar Krisnantara dalam menjalankan program ini. Diharapkan, pola pengelolaan sampah berbasis sumber ini dapat terus dipertahankan dan diikuti oleh banjar-banjar lainnya, sehingga Desa Tibubeneng tetap menjadi desa yang asri, mandiri, dan bersih dari tumpukan sampah.