Warga Berbondong-bondong Datang, Bank Sampah Banjar Tegalgundul Ubah Sampah Menjadi Rupiah

30 Mei 2026
Administrator
Dibaca 31 Kali
Warga Berbondong-bondong Datang, Bank Sampah Banjar Tegalgundul Ubah Sampah Menjadi Rupiah

TIBUBENENG – Kesadaran lingkungan yang bernilai ekonomi terus menggeliat di tengah masyarakat Desa Tibubeneng. Pada Sabtu, 30 Mei 2026, para kader Bank Sampah Banjar Tegalgundul kembali sukses menggelar kegiatan rutin pemilahan dan penyetoran sampah anorganik. Kegiatan bulan ini dipusatkan di Balai Kesenian Banjar Tegalgundul.

Sejak pagi hari, atmosfer penuh semangat sudah terlihat di lokasi acara. Warga dari berbagai lingkungan rumah tangga datang berbondong-bondong dengan membawa karung dan kantong berisi aneka jenis sampah yang telah dipilah secara mandiri dari rumah.

Pilah Sampah Jadi Tabungan Uang

Kegiatan rutin ini menjadi wadah edukasi sekaligus aksi nyata bagi warga untuk menekan volume sampah yang dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui sistem bank sampah ini, barang-barang yang semula dianggap sebagai limbah tak berguna kini berhasil dikonversi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Beberapa poin utama dalam pelaksanaan Bank Sampah kali ini meliputi:

  • Komoditas Bernilai Jual: Sampah anorganik yang dibawa warga didominasi oleh botol plastik bekas, kaleng, kardus, koran, serta beberapa jenis logam yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar daur ulang.

  • Sistem Timbangan Transparan: Setiap setoran sampah ditimbang secara terbuka oleh kader bank sampah, lalu dikalkulasikan ke dalam buku tabungan milik masing-masing warga dalam bentuk saldo rupiah.

  • Antusiasme Meningkat: Kehadiran warga yang berbondong-bondong sejak pagi menunjukkan bahwa kesadaran akan kebersihan lingkungan kini berjalan selaras dengan keuntungan finansial yang didapatkan langsung oleh masyarakat.

Konsistensi Menjaga Lingkungan Banjar

Para kader Bank Sampah Banjar Tegalgundul menyampaikan apresiasi yang mendalam atas partisipasi aktif dan kedisiplinan krama banjar dalam memilah sampah dari sumbernya. Balai Kesenian Banjar Tegalgundul yang menjadi lokasi kegiatan tampak tertib dan teratur selama proses penimbangan berlangsung.

Pemerintah Desa Tibubeneng berharap konsistensi yang ditunjukkan oleh warga Banjar Tegalgundul ini dapat terus dipertahankan dan ditiru oleh banjar-banjar lainnya. Dengan mengubah pola pikir dari "membuang sampah" menjadi "menabung sampah", masyarakat tidak hanya berperan aktif dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih dan sehat, tetapi juga teredukasi mengenai manajemen keuangan kreatif berbasis kepedulian lingkungan.